INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN MELALUI EPISTIMOLOGI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.51590/waraqat.v4i1.81Keywords:
Falsafah Pendidikan Islam, Kurikulum Pendidikan IslamAbstract
Salah satu prinsip kurikulum adalah relevansi yang dimaknai dengan kerelevansian (kesesuaian) kurikulum dengan perkembangan zaman. Kurikulum pendidikan Islam juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Munculnya degradasi moral indonesia sekarang ini ditengarai karenakegagalan pendidikan Islam dalam mentransfer, menanamkan nilai, dan pentransferan ketrampilan nilai pendidikan Islam. Dari penelitian di lapangan ditemukan beberapa problematika kurikulum pendidikan Islam, antara lain; padatnya materi tetapi minim nilai, dominasi aspek kognitif, dankurang memperhatikan perkembangan peserta didik, serta dominasi pendekatan normatif dalam pengembangan isi kurikulum.Ilmu pengetahuan dewasa ini telah terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran dari dunia Barat yang sekuler dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya melalui gerakan “Islamisasi ilmu pengetahuan” dengan mengambil segi-segi positif dari perkembangan-perkembangan modern seselektif mungkin, meskipun hal itu datangnya dari Barat yang diformulasikan dalam kurikulum pendidikan islam. Kurikulum pendidikan yang diterapkan yakni berusaha mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang bersifat fard ‘ain dan fard kifayah. Dan pada prinsipnya ini yang tertuang dalam konsep ta’dib sebagai suatu proses penanaman adab yang didalamnya telah mencakup ‘ilm dan amal
References
Al Rasyidin dan Ja’far,2015.Filsafat Ilmu Dalam Tradisi Islam, Medan: Perdana Publishing.
Azra Azyumardi, 2002, Paradigma Baru Pendidikan Nasional, Rekontruksi dan Demokratisasi, Jakarta: Kompas.
Al-Syaibani, Omar Mohammad At-Toumy, 1979, Falsafah pendidikan Islam, Jakarta: Bulan Bintang.
Alatas, Muhammad Naquib, 1980, The Concept of Education in Islam: A Framework for An Philosophy of Education. ,Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).
Arifin, Muzayyin,2005 Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta; PT Bumi Aksara.
Baharuddin, Dkk. 2011, Dikotomi Pendidikan Islam: Historisitas dan Implikasi Pada Masyarakat Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya.
Daulay Haidar Putra, 2009, Pemberdayaan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta; Rineka Cipta.
Ghoni, Abdul, 2017, Pemikiran Pendidikan Naquib al-Attas Dalam Pendidikan Islam Kontemporer, LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Volume 3, Nomor 1, March 2017 ISSN : 1693-6922 (Print) ISSN: 2540-7767 (Online)
Daud, Wan Mohd Nor Wan, 1998.Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas: An Exposition on the Original Concept of Islamization, Kuala Lumpur: ISTAC.
Mesard, Helen Elizabeth, 2013,Abdelwahab Elmessiri' s Critique of Western Modernity and the Development of an Islamic Humanism, Dissertation presented to the Graduate Faculty of the University of Virginia in
Candidacy for the Degree of Doctor of Philosophy Department of Religious Studies, University of Virginia,
Nata, Abuddin, 2001, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam, Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam ,Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Nata Abuddin, Sejarah Pendidikan Islam; pada periode Klasik dan Pertengahan, cet. Ke-2, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010
Syam, Muhammad Noor, 1986Filsafat Kependidikan dan Dasar Filsafat Kependidikan Pancasila, Surabaya: Usaha Nasional.
Sanjaya, Wina, 2008. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan KTSP, Jakarta; Kencana Prenada Media Group.
Tymieniecka, Anna-Teresa (ed), 2013.Reason, Spirit and the Sacral in the New Enlightenment Islamic Metaphysics Revived and Recent Phenomenology of Life,(Hampshire, USA : 2011.VOLUME 5),
Uhbiyati, Nur, 1997 Ilmu Pendidikan Islam,Bandung; CV. Pustaka Setia.
Walidin, Warul, 2003. Konstelasi Pemikiran Ibnu Khaldun, Lhokseumawe: Nadiya Foundation

.png)









