Understanding Plurality of Hadith in Jonathan A.C. Brown thought

Challenges in the Globalization Era

Authors

  • Umi Nadhiroh
  • Akib Muslim IAIN Kediri
  • Herlya Miftahul Jannah IAIN Kediri

DOI:

https://doi.org/10.51590/waraqat.v10i1.1006

Keywords:

Jonathan A.C. Brown, pluralism, hadith understanding, globalization, interpretation, inclusivity

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perspektif Jonathan AC Brown tentang pluralisme dalam pemahaman hadis dan tantangan yang muncul dalam konteks globalisasi. Fokus utamanya adalah pada bagaimana penafsiran hadis dapat mengakomodasi berbagai sudut pandang tanpa mengorbankan integritas teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tekstual. Data dikumpulkan dari karya-karya utama Jonathan AC Brown, khususnya tentang pluralitas penafsiran hadis dan dampaknya terhadap studi Islam kontemporer. Metode analisis membandingkan pandangan Brown dengan pendekatan tradisional dan modern terhadap studi hadis. Penelitian ini menemukan bahwa, menurut Jonathan AC Brown, pluralisme dalam pemahaman hadis merupakan aspek yang tidak dapat dihindari di era globalisasi, di mana penafsiran yang lebih fleksibel dan inklusif diperlukan untuk mengatasi tantangan sosial dan budaya. Brown menganjurkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap perbedaan pendapat dalam pemahaman hadis. Artikel ini menyimpulkan bahwa globalisasi menghadirkan tantangan yang signifikan bagi pemahaman hadis, tetapi juga membuka peluang bagi dialog yang lebih inklusif dan komprehensif. Pendekatan hadis yang lebih fleksibel dan kontekstual sangat penting untuk menjaga relevansi ajaran Islam di tengah keragaman budaya.

 

References

Abdullah, M. A. , “Kajian Ilmu Kalam di IAIN: Menyongsong Perguliran Paradigma Keilmuan Keislaman pada Era Milenium Ketiga. Jurnal Al Jami’ah: Journal of Islamic Studies IAIN SUKA, 65(6), 2000.

A collection of articles and letters of Sheikh Imam Muhammad Al-Tahir Ihn Ashur, collected, read and documented by: Muhammad Al-Tahir Al-Maysawi, Dar al-Nafayes, Amman-Jordan, 1st ed., 1436 AH-2015 AD, P. 164

Afwadzi, B. (2014). Hadis di Mata Para Pemikir Modern (Telaah Buku Rethinking Karya Daniel Brown),, Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur'an dan iladis, Vol. 15. N.

Ahmad S. et al., “Islam Dan Fenomena Globalisasi: Analisis Ayat Al-Qur‟an Dengan Metode Tafsir Maudhui,” Gunung Djati Conference Series 25 (2023).

Ali, Y. Sufisme dan Pluralisme: Memahami Hakikat Agama-Agama dan Relasi Agama-Agama. PT. Alex Media Komputindo (2021).

Al-Nadwī, Abū al-Ḥasan. (1981) Madhā khasira al-ʻālambi-inhitāt al-Muslimīn. al-Mansura: Maktabat al-Iman.

Amrulloh. “Eksistensi Kritik Matan Masa Awal Membaca Temuan Dan Kontribusi Jonathan Brown.” Kontemplasi 4, no. 1 (2016).

Andika, A. (2022). The existence of religion within technological progress in modern society. Al'Adalah, 25(1), 11-20. https://doi.org/10.35719/aladalah.v25i1.86

Andrianih, Aan, "Perlindungan Negara Terhadap Keyakinan Beragama bagi Masyarakat Hukum Adat Terkait Permasalahan Kolom Agama Pada Dokumen Kependudukan," Jurnal Rechtsvinding Online, Media Pembinaan Hukum Nasional BPHN, 2021.

Arifin, A., Musaddad, E., & Al-ayubi, S. Term of Ummiy in Hadith : Measuring Contextual Meaning ُ. Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 7(1), 2002.

Badarussyamsi. ―Islam Di Mata Orientalisme Klasik Dan Orientalisme Kontemporer. Tajdid XV, no. 1 (2016).

Bahr, P. Bible, Government/Rule/Politics/State, Memory, Oral Tradition, Reception, Tradition,Writing. In The Brill Dictionary of Religion (p. 250). Leiden: Brill Publishers, 2006.

Bekmirzaev, R.B. (2021). Traces of archaic religions in the modern way of life of the peoples of the Ferghana Valley. The American Journal of Social Science and Education Innovations, 3(11), 41-46. https://inlibrary.uz/index.php/tajssei/article/view/10470

Biyanto, Pluralisme Keagamaan dalam Perspektif Kaum Muda Muhammadiyah: Suatu Tinjauan Sosiologi Pengetahuan, Disertasi, Surabaya: IAIN Sunan Ampel, 2008.

Brown, D. W. (2000). Menyoal Relevansi Sunnah dalam Islam Modern. Bandung: Mizan.

Brown, Jonathan. ―The Social Context of Pre Islamic Poetry.‖ Arab Studies Quarterly 25, no. 3 (2003)

Brown, Jonathan A.C. Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. England: Oneworld, 2009.

———. Misquoting Muhammad: The Challenge and Choices of Interpreting the Prophet’s Legacy by Jonathan A. C. Brown. North America: Oneworld, 2014.

———. Muhammad: A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press, 2011.

———. Hadith: A Very Short Introduction. Oxford University Press, 2009.

———. The Canonization Al-Bukhārī and Muslim: The Formation and Function of the Sunnī Ḥadīth Canon. Leiden: Brill, 2007.

Copson, A. (2019). What is secularism? In: Secularism: A very short introduction. Oxford: Oxford Academic. https://doi.org/10.1093/actrade/9780198747222.003.0001

Doszhan, R. (2023). Multi-vector cultural connection in the conditions of modern globalisation. Interdisciplinary Cultural and Humanities Review, 2(1), 27-32. https://doi.org/10.59214/2786-7110-2023-2-1-27-32

Faqih, M. Menegakkan Hak Beragama di tengah Pluralisme. Konstitusi, 8(4), 2011.

Fata, Ahmad Khoirul. "Menguak Islam Eksklusif Yang Toleran." Jurnal Islamica, Vol. 6, No. 1 (2011).

Fuadi, Ahmad. "Studi Islam (Islam Eksklusif Dan Inklusif)." Wabana Inovasi, Vol. 7, No. 2 (2018).

Gufron, Amir. "Inklusifisme Islam Di Indonesia." Jurnal Al-A'raf, Vol. XI, No. 1 (2014).

Halim, Abdul. "Konstruksi Pluralisme Agama Dalam Islam." Jurnal Tajdid, Vol. XIV, No. 2 (2015).

Hamidah, Nur Pulungan, and Nur Fadhilah Syam. “Pemikiran Orientalis Jonathan Brown Terkait Penelitian Hadis.” Al-Mu’tabar: Jurnal Ilmu Hadis 3, no. 1 (2023).

Hasan, Mochamad Ismail. “Kanonisasi Jonathan Brown Atas Shahih Al-Bukhari.” Living Islam: Journal of Islamic Discourse 2, no. 1 (2019).

Hidayat, Komaruddin, “Isa al-Masih Sang Penebar Kasih”, dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed.), Passing Over: Melintasi Batas Agama, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1998.

Hussain, Amir. (2008) Islam, Pluralism and Interfaith Dialogue, Progressive Muslims: on Justice, Gender and Pluralism, Edited by Omid Safi. England: One World Publications.

Ibnu Hisham. (2000) Sīrāt Ibnu Hisham Biography of The Prophet, Abridged by: Abdus-Salam M. Harun. Egypt: Al-Falah Foundation for Translation and Distribution.

I. Akhiruddin, M. Y. Adnan, M. Z. M Amin & N. Basir. (2016). Interactive Courseware : Quranic Verses on the Integration of Naqli and Aqli Knowledge, 4(1) .

I'lam al-Muwaqqin An Rabb Al-Alamin (Informing the Signatories about the Lord of the Worlds), Muhammad Bin Abi Bakr Ibn Qayyim Al-Jawziyya, edited by Taha Abdul Raouf Saad, Al-Azhar Colleges Library.

Lexy J.Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. 9th Ed. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998.

Liberation and Enlightenment, Tunisian edition, Muhammad Al-Tahir Bin Ashur, Sakhnoon Publishing and Distribution House, Tunis, 1997.

Kholis, Nur. ―Kritik Atas Kritik Matan Jonathan A.C. Brown.‖ Tajdid 20, no. 1 (2021).

Mala, F. K., & Fudhaili, A. Relasi Fikih dan Hadis dalam Praktik Pemahaman Kontekstual Ibn ’ Abd al-Barr al-Andalusy ( W . 463 H ). Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 6(2), 2022.

Masykur, S. Pluralisme dalam Konteks Studi Agama-Agama. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 8(1), 2016.

Mubārakfūrī, Safiyur Rahmān, (1996) Ar-Raheeq Al-Makhtum [The Sealed Nectar]. Riyadh: Dār al-salām Publishers.

Pradipta, Y., Arifin, K., & Fadhil, A. Efektivitas Komunikasi Interpersonal Umat Beragama di Perumahan Bekasi. Jurnal Studi Al-Qur`an; Membangun Tradisi Berfikir Qur`ani, 10(2), 2014.

Rachman, Budhy Munawar, Argumen Islam untuk Pluralisme, Jakarta: PT Grasindo, 2010.

Rambe, T. Pemikiran A. Mukti Ali dan Kontribusinya terhadap Kerukunan Antarumat Beragama. Al-Lubb, 1(1) 2016.

Sahfutra, S. A. Gagasan Pluralisme Agama Gus Dur Untuk Kesetaraan dan Kerukunan. Religi Jurnal Studi Agama-Agama, 10(1), 2014.

Smith, J. Z. Sacred Persistence: Toward a Redescription of Canon. In Imagining Religion (p. 52). Chicago: University of Chicago Press, 1, 1982.

Statement in the Masterpieces of the Quran, a linguistic and stylistic study of the Quranic text, Tamam Hassan, Ist edition, Alam Al-Kutub, (1413 AH-1995 AD).

Sumbullah, U.. Pluralisme Agama; Makna Dan Lokalitas Pola Kerukunan Antar Umat Beragama. Maliki Press. 2003.

Suryani. Urgensi Hermeneutika Sebagai Metode Dalam Pemahaman Hadis. AL QUDS : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 6(2), 2022.

Syam, F. Dilema Pluralitas: Hambatan Atau Penguatan Demokrasi Bangsa Indonesia? Ilmu Hukum, 14(2), 2011.

T. A. Rahman, Z. M. Rashid, W. S. W. Yusof, & A. N. Amir. (2015).

Transforming Islamic Values in Malaysia: The Role of Al-Faruqi. Revelation and Science, 5, (1).

Zulkarnain, I. Hubungan Antarkomunitas Agama di Indonesia: Masalah dan Penanganannya. Jurnal Kajian, 16(4), 2011.

Downloads

Published

2025-06-24

How to Cite

Understanding Plurality of Hadith in Jonathan A.C. Brown thought: Challenges in the Globalization Era. (2025). WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 10(1), 118-134. https://doi.org/10.51590/waraqat.v10i1.1006